Gunung Sinabung Keluarkan Awan Panas, Wisatawan Diminta Tak Mendekat

  • Whatsapp
Gunung Sinabung Erupsi
Gunung Sinabung Erupsi

Kutarajapost.id – Karo, Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara (Sumut), kembali keluarkan awan panas guguran. Warga dan wisatawan diminta tak masuk zona larangan.

“Kalau imbauan kita jelas ya, memang di tiap-tiap titik sudah kita buatkan semacam papan pengumuman ataupun baliho-baliho sekaligus juga petugas kita juga di lapangan, relawan juga ada yang jaga itu, jadi memang pada warga dan wisatawan mematuhi zona-zona larangan yang sudah ditetapkan pemerintah. Jangan masuk zona merah,” kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karo, Natanail Perangin Angin,

Natanail menyebutkan zona merah tersebut berkisar 3-4 kilometer. Dia juga meminta warga atau wisatawan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kalau zona merah sekarang, sektoral ya, 3 sampai 4 kilometer, sektoral bukan keliling. Iya, kalau khusus untuk itu memang kita juga kan ini pandemi COVID-19. Jadi memang protokol kesehatan juga harus kita terapkan pakai masker, cuci tangan, dan menghindari kerumunan. Itu juga kita imbau juga itu ke para wisatawan. Di samping itu juga petugas kita juga ini sedang patroli juga melaksanakan penegakan disiplin protokol kesehatan dalam rangka pandemi COVID,” ujar Natanail.

Sebelumnya, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), mengeluarkan awan panas guguran. Jarak luncurannya mencapai 2.000 meter ke arah timur-tenggara.

“Itu bukan erupsi, itu adalah awan panas guguran. Karena kan sekarang pembentukan kubah Sinabung kan masih berlangsung itu, karena ada dorongan dari bawah, ada goyangan sehingga kubah yang sudah terbentuk itu longsor,” kata Plt Kepala BPBD Kabupaten Karo Natanail Perangin Angin.

Natanail menyebutkan dampak awan panas guguran tersebut sama seperti erupsi, yakni abu. “Jadi, memang dampaknya tadi juga sama seperti erupsi, abu juga,” ujar Natanail.

Dia menuturkan peristiwa itu terjadi pada pukul 07.52 WIB tadi. Jarak luncurnya 2.000 meter ke arah timur-tenggara.

“Jarak luncuran tadi 2.000 meter, jarak luncurnya ke arah timur tenggara, tingginya 1.500 meter,” sebut Natanail.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *