Biaya Umroh Naik 30% di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
IMG 20201103 230658

Kutarajapost.id-Jakarta, Setelah dihentikan sementara sejak 27 Februari lalu, Pemerintah Arab Saudi akhirnya mengijinkan kembali jemaah internasional untuk melakukan ibadah umroh.

Indonesia termasuk negara yang diperbolehkan mengirimkan jemaah ke tanah suci.

Bacaan Lainnya

Kesempatan yang sudah ditunggu lama ini tentu disambut baik oleh calon jemaah. Pada hari kemarin, Minggu 1 November 2020, penerbangan umrah dari Indonesia ke Arab Saudi sudah dibuka.

Biaya ibadah umroh di tengah pandemi Covid-19 dipastikan bakal naik hingga 30% dari kondisi normal akibat penerapan adaptasi kebiasaan baru.

Firman M. Nur, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) mengatakan hal tersebut lantaran adanya penyesuaian harga paket.

Menurutnya harga paket umroh saat ini bisa mencapai 20-30 persen dari kondisi normal. Tarif tersebut naik lantaran adanya kebijakan baru terkait umrah di tengah pandemi Covid-19.

“Ini penyesuaian saja, penyesuaian protokol kesehatan. Penyesuaian akan naik 20-30 persen dari harga normal,” ujar Firman.

Harga itu terkait ketentuan dan protokol yang harus dipenuhi. Misalnya seperti cek laboratorium, cek swab, dan kamar maksimal berdua.

Selain itu, juga harus ada karantina satu hari sebelum berangkat. Serta okupansi pesawat dan bus yang tidak boleh penuh mengingat harus 50 persen dari total yang tersedia.

Tidak hanya di isolasi di Indonesia, Firman mengatakan jemaah juga harus dikarantina di Saudi selama tiga hari pasca kedatangannya. Setelah itu, baru para jemaah melaksanakan ibadah umroh di Mekah atau Madinah.

Sementara hotel yang digunakan para jemaah juga harus disesuaikan. Saat pandemi, jemaah hanya diperbolehkan menginap di hotel bintang empat atau bintang lima saja dan harus berisi dua orang dalam satu kamar.

Hal senada juga disampaikan oleh Kabid Humas Pengusaha Haji dan Umrah RI (AMPHURI), Zacky Zakari menjelaskan bila kenaikan harga merupakan salah satu imbas dari Covid-19.

Penambahan biaya ini karena jumlah jemaah yang dibatasi serta adanya tes PCR yang wajib dilakukan.

Menurutnya, ongkos ibadah umrah melonjak juga disebabkan karena kenaikan pajak yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi sebesar 30 persen.

“Jamaah yang telah mendaftar sebelumnya harus menyesuaikan karena tes PCR mahal,” Zacky.

Umrah perdana di masa pandemi ini juga diterapkan pembatasan umur sehingga tidak semua jemaah bisa berangkat.

Para jemaah yang berangkat sebelumnya harus memenuhi uji kriteria dari Kementerian Agama.

“Dari Kemenag ada pembatasan usia juga, jadi tidak semua orang yang berangkat. Jadi yang berangkat itu usia 18 sampai 50 tahun,” ujar Nurul.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku senang dan mendukung akses penerbangan Indonesia ke Arab Saudi kembali dibuka.

Ia juga mengimbau agar para jemaah bisa disiplin menerapkan protokol kesehatan selama menjalani ibadah umrah.

“Kami meminta jemaah tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan saat menggunakan pesawat maupun beribadah. Semoga ibadahnya mabrur,” ungkap Budi.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *